Pengertian Kisah Israiliyyat

Israiliyyat adalah kisah atau informasi yang diambil atau datang dari Ahli Kitab [ Yahudi dan Nasrani ]. Kisah israiliyyat ini ada yang kemudian memberi pengaruh dalam tafsir hadis maupun Al Quran.

Kata Israiliyyat adalah kata jamak. Mufradnya berasal dari kata Israiliyyah, yang dinisbatkan kepada Bani Israil(keturunan Israil).

Kata israiliyyat berasal dari bahasa Ibrani.

  • Secara Terminologi :

Merupakan kata jamak. Mufradnya berasal dari kata Israiliyyah. Isra yang berarti hamba , Ilahi : Allah. Jadi Israiliyyah berarti hamba Allah, seperti kata Abdullah. dan dinisbahkan kepada Bani Israil [ keturunan Israil ].

  • Secara Etimologi :
  1. Kisah dan dongeng kuno yang sumber periwayatannya kembali kepada sumber Yahudi, Nasrani atau yang lain.
  2. Sebagian ahli tafsir dan hadist memperluas lagi pengertian israiliyyat ini sehingga meliputi cerita-cerita yang sengaja diseludupkan oleh musuh-musuh Islam ke dalam tafsir dan hadist, yang sama sekali tidak dijumpai dasarnya dalam sumber-sumber lama.

Israiliyyat adalah kisah atau informasi yang diambil atau yang datang dari Ahli Kitab [ Yahudi danNasrani ] yang kemudian memberi pengaruh dalam tafsir hadis maupun Al Quran.

Menurut Ahmad Khalil, israiliyyat adalah kisah-kisah dan riwayat-riwayat dari Ahli Kitab, baik yang berhubungan dengan ajaran mereka maupun tidak ada hubungannya. [ Dirasat fi Alquran, Mesir: Dar Al-Ma’rif, hal. 133 ]

Kisah kisah israiliyyattidak semua murni dari kisah kitab TauratAhmad Al Khalil mengatakan bahwa ada kalanya kisah itu mereka dapati dari negeri-negeri yang mereka (Yahudi) singgahi selama perjalanannya ke Timur maupun ke Barat.

Kisah kisah tersebut kemudian dibawa terus oleh orang orang Yahudi, kemanapun mereka mengembara. Baik ke arah Timur, menuju Babilonia dan sekitarnya. Atau ke arah Barat menuju Mesir. Bangsa Yahudi ini membawa bersama sama mereka ilmu ilmu dan pengetahuan yang diambil dari kitab kitab agama mereka, dan segala perkara yang berkaitan dengannya.

Kemudian semua itu mereka warisi dari satu generasi ke satu generasi berikutnya. Mereka mempunyai tempat yangdinamakan al midras yaitu sekolah sekolah tempat mereka mempelajari setiap perkara yang diwarisi. Mereka juga mempunyai tempat-tempat ibadah dan syiar agama mereka.

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata :
Ahli Kitab biasanya membaca Taurat dengan bahasa Ibrani lalu tafsirnya dalam bahasa Arab.
Maka Rasulullah SAW berkata : ‘Janganlah kalian benarkan Ahli Kitab dan jangan pula mendustakannya tapi katakanlah : ‘Kami telah beriman kepada [ kitab-kitab ] yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu’.

Allah berfiman dalam Al Quran surat Al Ankabut ayat 46 :

وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

Kisah israiliyyat itu diselipkan pada tafsir dan hadis palsu. Kebohongan ini ada yang berupa periwayatan hadis atau dengan cara menyebarluaskannya. Mula-mula, sebahagian ulama tak menyadari bahaya dari kisah israiliyyat. Bukan hanya berbahaya tapi sesungguhnya adalah dosa. Bukankah menyebarkan berita bohong atau fitnah itu dosa?

Adz Dzahabi mengatakan bahwa lafazh israiliyyat meskipun secara lahiriyah menunjukkan warna Yahudi didalam tafsir dan tampak pula tsaqofah [ konsep pemikiran ] Yahudi didalamnya namun yang dimaksudkan dalam lafazh itu adalah lebih luas darinya.

Lafazh itu mencakup warna warna Yahudi dan Nasrani dalam tafsir sehingga tafsir itu terpengaruhi oleh tsaqofah yang berasal dari Yahudi dan Nasrani

Dan lafazh israiliyyat digunakan untuk mencakup keduanya walaupun pengaruh Yahudi lebih dominan daripada Nasrani. Pengaruh Yahudi ini lebih masyhur dan banyak tersebar luas karena pembauran mereka dengan kaum muslimin tersebar di banyak negeri di dunia.
Yahudi memiliki tsaqofah [ *konsep pemikiran ] keagamaan, begitu pula dengan Nasrani dan kedua tsaqofah itu memberikan pengaruh didalam tafsir hingga batas tertentu. Adapun Yahudi maka tsaqofahnya bersandar pertama kali kepada Taurat,.

Sebagaimana diisyaratkan oleh Al Quransurah Al Maidah ayat 44 & 45 :

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya [ ada ] petunjuk dan cahaya [ yang menerangi ]”.

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالأَنفَ بِالأَنفِ وَالأُذُنَ بِالأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ

“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya [ Taurat ] bahwasanya jiwa [ dibalas ] dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka [ pun ] ada kisasnya”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s